Klaim HSN Inisiatif PKS, Gus Ayik Angkat Bicara

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Ketua Hari Santri Nasional (HSN) 2017 Ahmad Athoillah angkat bicara terkait klaim Hidayat Nur Wahid (HNW) bahwa HSN adalah usulannya. Menurutnya klaim HNW ini bermuatan politik karena untuk mendongkrak suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu 2019 mendatang.

Ia mengatakan, bila dirunut ke belakang dengan melacak jejak digital, di situ terdapat banyak serpihan berita terkait Hari Santri. Misalnya, berita tanggal 24 Oktober 2014 yang mana HNW saat itu menjabat ketua MPR dan kini tiba-tiba mengklaim bahwa dialah pengusul lahirnya HSN.

"Lucunya, bila dilacak ke belakang lagi terdapat ocehan salah satu penggede PKS lain di bulan Juli 2014 yaitu FH (Fahri Hamzah) yang mengatakan, siapapun yang mengusulkan Hasana (Hari Santri Nasionak (HSN) dia sinting. Aneh bukan?," kata Pengasuh Asrama Sunan Ampel Ponpes Mambaul Maarif Denanyar Jombang ini, Minggu (24/3/2019).

Founder Santri Milenial ini sangat menyayangkan pernyataan HNW yang mengaburkan fakta di lapangan karena tujuan politik golongan semata. Dalam bahasa lain, hanya untuk menarik simpati di kalangan warga Nahdliyin saja. Padahal, faktanya tidak demikian. Bahkan bebrapa pentolan PKS menolak HSN.

"Lha wong saya yang diamanahi sebagai Ketua HSN 2017 saja tahu persis gelombang gegap gempita seluruh santri se-Indonesia bersuka cita akan adanya HSN itu. Mereka sadar ini lumbung suara yang potensial untuk partainya. Seharunya tidak usah begitu,” tambah pria yang akrab disapa Gus Ayik ini.

Dikatakannya, secara fakta bahwa pencetus HSN adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. PBNU saat itu sangat gencar mensosialisasikan HSN dan menyiapkan dokumen pendukung terkait pentingnya HSN bagi masyarakat Indonesia.

“Jika HNW mengeluarkan klaim ini, karena HSN memiliki daya tarik kuat dan pengaruh besar bagi umat Islam di Indonesia, khususnya kalangan pesantren. Saya sangat heran dengan klaim PKS yang dengan percaya diri merasa sebagai pengusul HSN,” ujarnya.

Pengurus Pusat Pagar Nusa ini juga meminta para santri terutama santri Milenial untuk melatih diri mengusai media sosial. Dan dilengkapi dengan keahlian jurnalistik supaya saat ada kabar yang tidak benar tentang santri dan kiai bisa diklarifikasi langsung.

“Santri milineal harus multitalenta dan bisa jurnalistik dasar. Karena tidak mungkin para kiai kita yang mengurusi hal kayak gini. Kabar ini kalau dibiarkan bisa berbahaya. Kita perlu klarifikasi dan tampil kan fakta biar mereka tak bisa seenaknya,” tandasnya. (oji/kla)

  • Whatsapp

Index Berita